Wartawan/ Editor : Eko Setiyo Budi
PONOROGO - gudang-warta.com - Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Garuda Sakti Bersatu (Garda Satu) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Ponorogo bersama jajaran pengurus menyambangi Luluk (35), salah satu anggota yang mempunyai Kelamin ganda.
Kedatangan Pengurus Garda Satu Ponorogo disambut ramah oleh Luluk dan keluarga di kediamannya yang beralamatkan di Desa Ringinputih, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
![]() |
Kedatangan Pengurus Garda Satu Ponorogo disambut ramah oleh Luluk dan keluarga. |
Luluk adalah seorang remaja anak ke dua dari 4 bersaudara pasangan Suami Istri, yakni Bapak Tarmuji (64) dan Ibu Sumiyati (57). Keseharian Tarmuji hanyalah sebagai buruh tani, sedangkan Sumiyati berjualan nasi pecel dirumah untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga.
Luluk sejak lahir sudah menderita penyakit kelamin ganda atau (Hipospadia). Ia memiliki dua kelamin, perempuan dan laki-laki. Karena keterbatasan ekonomi untuk melakukan operasi, orang tuanya hanya bisa merawatnya.
Dari kecil hingga sekolah, Luluk yang lahir pada tahun 1990 memang berperilaku layaknya anak perempuan lainnya dengan pakaian dan berjilbab.
Kepada Garda Satu Ponorogo, Sumiyati mengaku pasrah. Hingga pada usia 13 tahun saat menempuh di Sekolah Menengah Pertama (SMP) klas Vll, ia memeriksakan kondisi anaknya ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya.
"Saya hanya bisa pasrah, tapi akhirnya Luluk saya ajak periksa ke Rumah Sakit dan dia mau. Kata dokter, bahwasanya Luluk dominan memiliki hormon laki laki, Bu," Ungkap Sumiyati, Kamis (3/4/2025).
![]() |
Luluk (Tengah) Penderita Kelamin Ganda, Bapak Tarmuji (Kiri) dan Ibu Sumiyati (Kanan). Foto: (Eko/GW). |
Mengetahui hal tersebut, Luluk belum bisa menerima jika harus mengubah kebiasaannya yang perempuan berubah menjadi seorang laki-laki. Ia merasa malu dan tetap memilih operasi menjadi perempuan, meskipun Dokter berkata bahwa nantinya kelamin laki-lakinya tetap akan tumbuh kembali.
"Dari hasil pemeriksaan, Dokter juga mengatakan jika kandungan saya kecil, kering dan memang tidak menstruasi," Jelas Luluk.
Kini, Luluk ingin menjalani hidup seperti umumnya laki-laki normal lainnya. Ingin berumahtangga dan memiliki keturunan. Namun, untuk operasi lagi terkendala dengan biaya.
Dalam 7 bulan terakhir ini, Luluk sedang menempuh serangkaian prosedur untuk menyempurnakan perubahan jenis kelaminnya yang diperkirakan membutuhkan operasi pertama, yaitu mengangkat kandungan dan selanjutnya operasi kelamin. Namun, proses tersebut terhambat oleh biaya yang cukup besar dengan nominal mencapai 200 hingga 250 Juta.
"Kami berharap ada bantuan dari pemerintah agar operasi ini bisa segera dijalankan," harap Luluk dan keluarga.
![]() |
Budi Bendol, Ketua DPC Garda Satu Ponorogo. |
Sementara itu, Ketua DPC Garda Satu Ponorogo, Budi Bendol mengatakan, bahwa pihaknya bersama pengurus hadir di tengah-tengah keluarga Luluk dengan tujuan untuk membantu dan mendampingi serta menanggapi segala keluh kesah yang dialami Luluk sebagai anggotanya.
"Hadirnya Garda Satu ini sesuai Visi dan Misi yang kami usung dengan mengutamakan kesejahteraan anggota maupun masyarakat pada umumnya," Ucap Budi Bendol.
Lebih lanjut, Budi Bendol mengungkapkan bahwasanya, pendampingan tersebut untuk memberikan semangat kepada Luluk dan membantunya hingga tuntas, juga berharap agar pemerintah turut serta dalam membantu permasalahan yang dihadapi Luluk.
“Siapapun yang peduli dan ingin bergabung maupun terlibat, bisa jadi anggota Garda Satu Ponorogo. Harapannya Ormas ini bisa menjadi wadah untuk berkarya, berbagi maupun memberikan manfaat bagi masyarakat Ponorogo,” Pungkasnya.
(Eko/GW/Red)